Yogyakarta, 14 Agustus 2026 — Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FADIB) Universitas Islam Negeri
Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperkuat langkahnya menuju pengembangan
pendidikan tinggi yang unggul, integratif, dan relevan dengan perkembangan
zaman. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Asesmen Lapangan Pembukaan Program Studi Sejarah
Peradaban Islam (SPI) Program Doktor, yang berlangsung pada
13–15 Agustus 2026.
Kegiatan
ini menjadi momentum penting bagi FADIB dalam mempersiapkan hadirnya Program
Doktor Sejarah Peradaban Islam sebagai ruang akademik yang tidak hanya
mengembangkan kajian sejarah Islam, tetapi juga menawarkan perspektif keilmuan
yang lebih luas, interdisipliner, dan kontekstual. Asesmen lapangan
menghadirkan Prof. Dr. H. Ija Suntana,
M.Ag. dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Prof. Dr. Fauzan, M.A. dari UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta sebagai tim evaluator. Kehadiran tim evaluator menjadi
bagian penting dalam melihat kesiapan dan kelayakan program studi, mulai dari
aspek kurikulum, sumber daya manusia, hingga sarana dan prasarana.
Dalam
proses asesmen, kesiapan pembukaan Program Doktor SPI menjadi perhatian utama.
Berdasarkan pembahasan persiapan asesmen, aspek yang menjadi fokus antara lain
kurikulum, ketersediaan dan komposisi dosen, tenaga kependidikan, pengelolaan
program studi, serta data akademik yang tercatat dalam Pangkalan Data
Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
Program Doktor SPI FADIB dirancang dengan sejumlah kekhasan kajian yang menjadi
pembeda sekaligus kekuatan akademiknya. Beberapa bidang yang dikembangkan
meliputi Sejarah Islam Lokal, Sejarah
Islam Indonesia, Sejarah Islam Kawasan, serta Digital Humanities.
Namun demikian, distingsi tersebut tidak sekadar diletakkan pada objek kajian.
FADIB berupaya membangun kekhasan yang lebih kuat melalui distingsi metodologi, sehingga
kajian sejarah peradaban Islam dapat berkembang secara fleksibel dan mampu
membaca berbagai persoalan dengan perspektif yang lebih luas.
Pendekatan
tersebut sekaligus menegaskan bahwa kajian Islam tidak dapat dilepaskan dari
konteks kehidupan masyarakat, bangsa, bahkan dunia. Karena itu, penelitian yang
dikembangkan dalam program doktor nantinya diharapkan tidak berhenti pada
penguatan pengetahuan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata
terhadap perkembangan Indonesia dan masyarakat global.
Semangat
tersebut sejalan dengan identitas keilmuan UIN Sunan Kalijaga yang selama ini
mengedepankan paradigma integrasi-interkoneksi.
Pengembangan ilmu pengetahuan terus dilakukan dengan tetap menjadikan
nilai-nilai keislaman sebagai fondasi. Dengan demikian, ilmu umum dan ilmu
agama tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling berdialog dan
memperkaya.
Tidak
hanya menawarkan kajian yang khas, Program Doktor SPI juga diarahkan untuk
melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai akademisi, peneliti, dan konsultan. Untuk
mencapai profil tersebut, rancangan kurikulum terus ditinjau agar capaian
pembelajaran lulusan (CPL) benar-benar dapat menggambarkan kompetensi yang
hendak dicapai dan dapat diukur secara jelas. Penataan CPL menjadi salah satu
bagian penting agar setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang terukur
terhadap kompetensi lulusan.
Kajian interdisipliner dan metodologi penelitian juga mendapatkan perhatian.
Mahasiswa doktoral nantinya tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga
mampu mempraktikkan penelitian secara konkret dan menghasilkan kajian yang
memiliki kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, beberapa
aspek akademik seperti pembobotan mata kuliah, termasuk pembahasan mengenai
tiga SKS, serta kemungkinan penguatan bahan kajian Islam lokal juga menjadi
bagian dari evaluasi dan penyempurnaan rancangan program studi.
Pembukaan
Program Doktor Sejarah Peradaban Islam tidak hanya menjadi agenda pengembangan
satu program studi, tetapi juga bagian dari ikhtiar FADIB dan UIN Sunan
Kalijaga dalam memperkuat reputasi akademiknya. Dalam pembahasan asesmen,
keberadaan program studi jenjang magister dan doktor dipandang sebagai salah
satu elemen yang mendukung cita-cita menuju Excellent University. FADIB menjadi salah satu fakultas
yang terus mengambil peran dalam proses tersebut melalui penguatan pendidikan,
penelitian, dan pengembangan keilmuan.
Ke
depan, hadirnya Program Doktor SPI diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi
para akademisi dan peneliti yang memiliki kemampuan membaca sejarah secara
kritis, mendalam, dan relevan dengan tantangan masa kini. Sejarah tidak hanya
dipelajari sebagai rekaman masa lalu, tetapi ditempatkan sebagai sumber
pengetahuan untuk memahami perubahan masyarakat dan merumuskan masa depan.
Melalui
asesmen lapangan ini, FADIB meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan
pendidikan doktoral yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki distingsi yang
kuat. Program Doktor Sejarah Peradaban
Islam diharapkan menjadi salah satu pijakan baru dalam memperluas cakrawala
kajian Islam sekaligus memperkokoh tradisi keilmuan integrasi-interkoneksi UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta.