Dilihat 0 Kali

01_751_Al.jpg

Kamis, 20 Agustus 2026 08:49:00 WIB

Asesmen Lapangan Pembukaan Prodi Doktor Sejarah Peradaban Islam, Langkah FADIB Meneguhkan Tradisi Keilmuan Integratif

Yogyakarta, 14 Agustus 2026 — Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FADIB) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperkuat langkahnya menuju pengembangan pendidikan tinggi yang unggul, integratif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Asesmen Lapangan Pembukaan Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Program Doktor, yang berlangsung pada 13–15 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FADIB dalam mempersiapkan hadirnya Program Doktor Sejarah Peradaban Islam sebagai ruang akademik yang tidak hanya mengembangkan kajian sejarah Islam, tetapi juga menawarkan perspektif keilmuan yang lebih luas, interdisipliner, dan kontekstual. Asesmen lapangan menghadirkan Prof. Dr. H. Ija Suntana, M.Ag. dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Prof. Dr. Fauzan, M.A. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai tim evaluator. Kehadiran tim evaluator menjadi bagian penting dalam melihat kesiapan dan kelayakan program studi, mulai dari aspek kurikulum, sumber daya manusia, hingga sarana dan prasarana.

Dalam proses asesmen, kesiapan pembukaan Program Doktor SPI menjadi perhatian utama. Berdasarkan pembahasan persiapan asesmen, aspek yang menjadi fokus antara lain kurikulum, ketersediaan dan komposisi dosen, tenaga kependidikan, pengelolaan program studi, serta data akademik yang tercatat dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).

DSC01525
Program Doktor SPI FADIB dirancang dengan sejumlah kekhasan kajian yang menjadi pembeda sekaligus kekuatan akademiknya. Beberapa bidang yang dikembangkan meliputi Sejarah Islam Lokal, Sejarah Islam Indonesia, Sejarah Islam Kawasan, serta Digital Humanities. Namun demikian, distingsi tersebut tidak sekadar diletakkan pada objek kajian. FADIB berupaya membangun kekhasan yang lebih kuat melalui distingsi metodologi, sehingga kajian sejarah peradaban Islam dapat berkembang secara fleksibel dan mampu membaca berbagai persoalan dengan perspektif yang lebih luas.

Pendekatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kajian Islam tidak dapat dilepaskan dari konteks kehidupan masyarakat, bangsa, bahkan dunia. Karena itu, penelitian yang dikembangkan dalam program doktor nantinya diharapkan tidak berhenti pada penguatan pengetahuan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan Indonesia dan masyarakat global.

Semangat tersebut sejalan dengan identitas keilmuan UIN Sunan Kalijaga yang selama ini mengedepankan paradigma integrasi-interkoneksi. Pengembangan ilmu pengetahuan terus dilakukan dengan tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi. Dengan demikian, ilmu umum dan ilmu agama tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling berdialog dan memperkaya.

Tidak hanya menawarkan kajian yang khas, Program Doktor SPI juga diarahkan untuk melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai akademisi, peneliti, dan konsultan. Untuk mencapai profil tersebut, rancangan kurikulum terus ditinjau agar capaian pembelajaran lulusan (CPL) benar-benar dapat menggambarkan kompetensi yang hendak dicapai dan dapat diukur secara jelas. Penataan CPL menjadi salah satu bagian penting agar setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang terukur terhadap kompetensi lulusan.

DSC01560
Kajian interdisipliner dan metodologi penelitian juga mendapatkan perhatian. Mahasiswa doktoral nantinya tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan penelitian secara konkret dan menghasilkan kajian yang memiliki kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, beberapa aspek akademik seperti pembobotan mata kuliah, termasuk pembahasan mengenai tiga SKS, serta kemungkinan penguatan bahan kajian Islam lokal juga menjadi bagian dari evaluasi dan penyempurnaan rancangan program studi.

Pembukaan Program Doktor Sejarah Peradaban Islam tidak hanya menjadi agenda pengembangan satu program studi, tetapi juga bagian dari ikhtiar FADIB dan UIN Sunan Kalijaga dalam memperkuat reputasi akademiknya. Dalam pembahasan asesmen, keberadaan program studi jenjang magister dan doktor dipandang sebagai salah satu elemen yang mendukung cita-cita menuju Excellent University. FADIB menjadi salah satu fakultas yang terus mengambil peran dalam proses tersebut melalui penguatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan.

Ke depan, hadirnya Program Doktor SPI diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi para akademisi dan peneliti yang memiliki kemampuan membaca sejarah secara kritis, mendalam, dan relevan dengan tantangan masa kini. Sejarah tidak hanya dipelajari sebagai rekaman masa lalu, tetapi ditempatkan sebagai sumber pengetahuan untuk memahami perubahan masyarakat dan merumuskan masa depan.

Melalui asesmen lapangan ini, FADIB meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan doktoral yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki distingsi yang kuat. Program Doktor Sejarah Peradaban Islam diharapkan menjadi salah satu pijakan baru dalam memperluas cakrawala kajian Islam sekaligus memperkokoh tradisi keilmuan integrasi-interkoneksi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.