Dilihat 0 Kali

01_517_KSB.jpg

Rabu, 12 Agustus 2026 08:45:00 WIB

PERSIAPAN PEMBUKAAN MAGISTER KAJIAN SASTRA DAN BUDAYA: MENYONGSONG PENDIDIKAN HUMANIORA YANG INTEGRATIF

Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tengah mempersiapkan pembukaan Program Studi Magister Kajian Sastra dan Budaya (MKSB) sebagai bagian dari komitmen pengembangan pendidikan tinggi yang responsif terhadap tantangan global sekaligus berakar pada nilai-nilai keislaman. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan lanjut yang mampu mengkaji sastra dan budaya secara kritis, interdisipliner, dan kontekstual. Di era transformasi digital, globalisasi, serta perubahan sosial yang begitu cepat, kajian sastra dan budaya tidak lagi dipahami sebatas analisis teks, tetapi menjadi sarana memahami identitas, keberagaman, media digital, budaya populer, hingga dinamika masyarakat kontemporer. Acara dibuka oleh Dekan FADIB, Prof. Dr. Nurdin, S.Ag., M.A, dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya penyusunan struktur mata kuliah yang mampu mendukung mahasiswa menyelesaikan studi secara efektif. MKSB menargetkan masa tempuh studi selama 1,5 tahun atau tiga semester dengan batas maksimal tiga tahun. Struktur mata kuliah akan diarahkan agar target tersebut dapat dicapai tanpa memberikan beban yang berlebihan kepada mahasiswa.

Sebagai bagian dari proses persiapan pembukaan program studi, tim penyusun kurikulum melaksanakan serangkaian kegiatan akademik yang meliputi kajian kebutuhan, diskusi bersama para pakar, serta benchmarking terhadap berbagai program magister unggulan di tingkat nasional maupun internasional. Proses penyusunan kurikulum dilakukan dengan membandingkan karakteristik beberapa program studi yang telah memiliki reputasi akademik, antara lain: Program Magister Kajian Sastra dan Budaya Universitas Airlangga; Master in Cultural Analysis: Literature and Theory, Leiden University, Belanda; Master in Literary and Cultural Studies, The University of Hong Kong.

Melalui studi komparatif tersebut, tim penyusun mengidentifikasi berbagai praktik terbaik dalam pengembangan kurikulum, mulai dari pendekatan sastra interdisipliner, penguatan teori kritis sastra dan budaya, kajian media dan budaya populer, hingga pengalaman pembelajaran berbasis praktik. Hasil kajian ini kemudian disesuaikan dengan karakteristik dan visi keilmuan UIN Sunan Kalijaga.

Program Magister Kajian Sastra dan Budaya UIN Sunan Kalijaga memiliki kekhasan yang membedakannya dari program sejenis di berbagai perguruan tinggi. Keunggulan utama program ini adalah integrasi kajian sastra dan budaya dengan nilai-nilai Islam melalui paradigma integrasi-interkoneksi yang menjadi ciri khas UIN Sunan Kalijaga. Pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa tidak hanya menguasai teori-teori sastra dan budaya kontemporer, tetapi juga mampu mengembangkan analisis kritis yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan keberagaman.

Kurikulum Program Studi Magister Kajian Sastra dan Budaya Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga disusun mengacu pada kebijakan pendidikan tinggi terbaru yang menekankan fleksibilitas, modularitas, serta penguatan kompetensi lulusan sesuai perkembangan dunia akademik dan dunia kerja. Mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar melalui berbagai mata kuliah yang mencakup: Teori Kritis Sastra dan Budaya, Epistemologi Islam dan Humaniora, Narasi Islam dalam Sastra dan Budaya, Budaya Visual dan Representasi Muslim, Sastra dan Budaya Digital,  Agama, Media, dan Kecerdasan Artifisial bahkan Ekoteologi Sastra dan Budaya pun turut mewarnai mata kuliah program studi ini.  Struktur kurikulum dirancang agar lulusan memiliki kemampuan analitis, riset, publikasi ilmiah, serta mampu merespons berbagai persoalan budaya kontemporer dengan perspektif humaniora dan keislaman.

Program Magister Kajian Sastra dan Budaya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai: akademisi dan peneliti di bidang sastra, budaya, dan keislaman, praktisi industri kreatif, media, dan seni, diplomat budaya, kurator, konsultan kebijakan, maupun pengembang narasi budaya yang mampu menjembatani nilai-nilai Islam dengan perkembangan budaya global. Dengan kompetensi tersebut, lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, serta penguatan masyarakat yang inklusif dan berkeadaban.

Persiapan pembukaan Program Studi Magister Kajian Sastra dan Budaya merupakan bagian dari komitmen Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga dalam menghadirkan pendidikan pascasarjana yang unggul, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui proses penyusunan kurikulum yang melibatkan kajian akademik mendalam, benchmarking internasional, serta penguatan paradigma integrasi-interkoneksi, program ini diharapkan menjadi pusat pengembangan kajian sastra dan budaya yang mampu menjawab tantangan global sekaligus memperkuat khazanah keilmuan Islam dan humaniora di Indonesia.