Di tengah meningkatnya tuntutan publikasi ilmiah
bereputasi internasional, pengelolaan jurnal tidak lagi sekadar berfokus pada
proses penerbitan artikel, tetapi juga pada kemampuan membangun tata kelola
yang profesional, berkelanjutan, dan memenuhi standar akademik global.
Kesadaran inilah yang mendorong Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta untuk terus memperkuat kapasitas para pengelola jurnal
melalui penyelenggaraan Workshop Pengembangan Jurnal Bereputasi Internasional
yang dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026 di Ruang Rapat Lantai 2 Fakultas
Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Workshop tersebut menghadirkan pembicara ternama,
Prof. Dr. Mohd Roslan bin Mohd Nor, Editor-in-Chief Journal of Al-Tamaddun,
sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Adab dan Ilmu
Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Nurdin, S.Ag., S.S., M.A.,
serta dipandu oleh Dr. Sujadi, M.A., dosen Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta selaku moderator.
Mengawali kegiatan, Prof. Dr. Nurdin, S.Ag., S.S.,
M.A. menyampaikan bahwa penguatan kualitas jurnal merupakan salah satu langkah
strategis dalam meningkatkan daya saing akademik fakultas. Menurut beliau,
pengelola jurnal perlu memperoleh wawasan langsung dari praktisi yang telah berhasil
membawa jurnal menuju pengakuan internasional sehingga pengalaman tersebut
dapat menjadi inspirasi sekaligus acuan dalam mengembangkan jurnal-jurnal yang
dikelola di lingkungan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya.
Dalam sesi utama, Prof. Dr. Mohd Roslan bin Mohd Nor
mengajak peserta menelusuri perjalanan Journal of Al-Tamaddun hingga berhasil
terindeks Scopus. Beliau menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan
hasil dari proses panjang yang dibangun melalui komitmen, evaluasi
berkelanjutan, dan konsistensi dalam menjaga kualitas publikasi. Pengalaman
mengajukan indeksasi sejak tahun 2009 hingga akhirnya diterima pada tahun 2019
menjadi bukti bahwa pengembangan jurnal internasional memerlukan strategi yang
matang serta kerja kolektif yang berkesinambungan.
Lebih jauh, beliau memaparkan berbagai aspek penting
yang menjadi perhatian dalam pengelolaan jurnal bereputasi internasional, di
antaranya penguatan sistem editorial, konsistensi jadwal penerbitan, penerapan
etika publikasi, peningkatan mutu artikel, serta perluasan jejaring penulis dan
mitra bestari dari berbagai negara. Menurutnya, keberhasilan sebuah jurnal
tidak hanya diukur dari status indeksasinya, tetapi juga dari kemampuannya
menjaga kualitas ilmiah dan membangun kepercayaan komunitas akademik secara
berkelanjutan.
Suasana workshop berlangsung dinamis melalui sesi
diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Dr. Sujadi, M.A. Para peserta
memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendiskusikan berbagai tantangan yang
dihadapi dalam pengelolaan jurnal, mulai dari strategi meningkatkan kualitas
artikel, penguatan proses editorial, hingga langkah-langkah yang perlu
dipersiapkan dalam proses menuju indeksasi internasional. Diskusi yang
berlangsung terbuka mencerminkan tingginya antusiasme peserta untuk terus
mengembangkan kualitas jurnal ilmiah di lingkungan fakultas.
Melalui workshop ini, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya publikasi ilmiah yang unggul. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi para pengelola jurnal, tetapi juga memperkuat posisi jurnal-jurnal fakultas agar semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, jurnal ilmiah tidak hanya menjadi media publikasi hasil penelitian, melainkan juga menjadi representasi mutu akademik dan kontribusi keilmuan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di tingkat global.