Dilihat 0 Kali

01_229_Picture2.jpg

Selasa, 20 Oktober 2026 15:01:00 WIB

FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA UIN SUNAN KALIJAGA KEMBANGKAN JEJARING GLOBAL MELALUI PRE-PHD TRACK PROGRAM BERSAMA LEIDEN UNIVERSITY

Yogyakarta, 15 Oktober 2026 – Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FADIB), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bekerja sama dengan Faculty of Humanities, Leiden University, sukses menyelenggarakan program strategis bertajuk Pre-PhD Track Program. Kegiatan bernuansa akademik internasional ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada tanggal 12, 13, dan 15 Oktober 2026, bertempat di Ruang Rapat FADIB Lantai 2. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, para dosen, peneliti, serta calon kandidat doktoral di lingkungan UIN Sunan Kalijaga, maupun dengan kampus sekitar.  

Figure  1 Pembukaan Acara oleh Prof. Dr. Nurdin, S. Ag., SS., M.A.,

Rangkaian acara diawali pada hari pertama dengan sesi pembukaan dan seremonial sederhana yang dipimpin oleh Dekan FADIB UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Nurdin, S.Ag., SS., M.A., yang menegaskan pentingnya penguatan jaringan akademik internasional dan akselerasi reputasi global fakultas. Sambutan dan orientasi program juga diperkuat oleh pemaparan dari Dr. Sujadi, M.A., dosen FADIB UIN Sunan Kalijaga, yang menggarisbawahi komitmen fakultas dalam memfasilitasi dan mempersiapkan kapasitas para akademisi muda agar siap bersaing di panggung akademik global, khususnya dalam melanjutkan studi jenjang doktoral (S3).  

Figure  2 Dr. J.W.P. van den Boogert selaku narasumber

Sementara itu, pada hari kedua dan ketiga, kegiatan difokuskan pada kelas-kelas diskusi intensif antara peserta dengan narasumber terkait penyusunan judul serta substansi proposal tesis maupun disertasi. Dalam sesi tersebut, Dr. J.W.P. van den Boogert selaku narasumber pakar dari Faculty of Humanities, Leiden University, memaparkan secara komprehensif mengenai standar, metodologi, dan orientasi riset humaniora modern yang berlaku di kancah internasional. Sesuai dengan pengusungan tema #Empowering Knowledge, Shaping the Future, diskusi interaktif ini mencakup penajaman rumusan masalah, strategi penyusunan proposal riset Ph.D. yang kompetitif, pemetaan topik studi yang relevan dengan perkembangan keilmuan terkini, hingga pemahaman atas dinamika kultur akademik di lembaga pendidikan tinggi Eropa.  

Berdasarkan hasil evaluasi dan pendampingan kelas diskusi selama tiga hari pelaksanaan, diidentifikasi sejumlah tantangan mendasar yang sering dihadapi calon kandidat doktor, antara lain perlunya penajaman kerangka teoritis, penguatan metodologi penelitian berbasis sumber primer, serta pentingnya penyelarasan research question agar sesuai dengan standar publikasi dan studi tingkat lanjut di universitas bertaraf dunia.  

Sebagai langkah taktis dan formulasi solusi akademik, program ini merumuskan sejumlah rekomendasi serta pendampingan intensif bagi para peserta. Rekomendasi tersebut mencakup restrukturisasi draft proposal riset berbasis pendekatan kritis, pengembangan keterampilan penulisan akademik (academic writing) berstandar internasional, hingga penetapan jalur komunikasi akademik yang berkelanjutan antara FADIB UIN Sunan Kalijaga dengan Leiden University guna membuka peluang kolaborasi riset dan kualifikasi beasiswa doktor di masa depan.  

Penyelenggaraan kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam memperluas jangkauan internasionalisasi dan meningkatkan mutu tradisi ilmiah secara berkelanjutan. Melalui pelaksanaan Pre-PhD Track Program ini, diharapkan institusi dapat terus mencetak akademisi yang adaptif terhadap perkembangan isu-isu humaniora global, memiliki kedalaman analitis, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional. Langkah ini juga diharapkan semakin memperkokoh posisi FADIB UIN Sunan Kalijaga sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam kajian adab dan ilmu budaya yang bereputasi dunia.  

Figure 3 Foto Bersama Kegiatan Pre-PHD

Melalui visiting lecture ini, mahasiswa dan akademisi diajak untuk tidak berhenti pada kritik terhadap teori yang telah ada, tetapi juga mengembangkan pendekatan dan konsep alternatif yang berpijak pada sumber serta konteks lokal. Dekolonisasi kajian Jawa dipahami sebagai proses meninjau kembali kerangka berpikir yang digunakan dalam penelitian sekaligus membuka ruang bagi produksi pengetahuan yang lebih kritis dan kontekstual.

Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai sejarah, kebudayaan, dan produksi pengetahuan, sekaligus mendorong peserta untuk lebih kritis dalam membaca sumber serta menilai konsep yang digunakan dalam kajian sejarah dan kebudayaan Islam.