Yogyakarta,
15 Oktober 2026 – Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FADIB), UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta, bekerja sama dengan Faculty of Humanities, Leiden University,
sukses menyelenggarakan program strategis bertajuk Pre-PhD Track Program.
Kegiatan bernuansa akademik internasional ini berlangsung selama tiga hari,
yakni pada tanggal 12, 13, dan 15 Oktober 2026, bertempat di Ruang Rapat FADIB
Lantai 2. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, para dosen,
peneliti, serta calon kandidat doktoral di lingkungan UIN Sunan Kalijaga,
maupun dengan kampus sekitar.
|
Figure 1 Pembukaan Acara oleh Prof. Dr. Nurdin, S.
Ag., SS., M.A., |
Rangkaian
acara diawali pada hari pertama dengan sesi pembukaan dan seremonial sederhana
yang dipimpin oleh Dekan FADIB UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Nurdin, S.Ag.,
SS., M.A., yang menegaskan pentingnya penguatan jaringan akademik internasional
dan akselerasi reputasi global fakultas. Sambutan dan orientasi program juga
diperkuat oleh pemaparan dari Dr. Sujadi, M.A., dosen FADIB UIN Sunan Kalijaga,
yang menggarisbawahi komitmen fakultas dalam memfasilitasi dan mempersiapkan
kapasitas para akademisi muda agar siap bersaing di panggung akademik global,
khususnya dalam melanjutkan studi jenjang doktoral (S3).
|
Figure 2 Dr. J.W.P. van den Boogert selaku narasumber |
Sementara
itu, pada hari kedua dan ketiga, kegiatan difokuskan pada kelas-kelas diskusi
intensif antara peserta dengan narasumber terkait penyusunan judul serta
substansi proposal tesis maupun disertasi. Dalam sesi tersebut, Dr. J.W.P. van
den Boogert selaku narasumber pakar dari Faculty of Humanities, Leiden
University, memaparkan secara komprehensif mengenai standar, metodologi, dan
orientasi riset humaniora modern yang berlaku di kancah internasional. Sesuai
dengan pengusungan tema #Empowering Knowledge, Shaping the Future,
diskusi interaktif ini mencakup penajaman rumusan masalah, strategi penyusunan
proposal riset Ph.D. yang kompetitif, pemetaan topik studi yang relevan dengan
perkembangan keilmuan terkini, hingga pemahaman atas dinamika kultur akademik
di lembaga pendidikan tinggi Eropa.
Berdasarkan
hasil evaluasi dan pendampingan kelas diskusi selama tiga hari pelaksanaan,
diidentifikasi sejumlah tantangan mendasar yang sering dihadapi calon kandidat
doktor, antara lain perlunya penajaman kerangka teoritis, penguatan metodologi
penelitian berbasis sumber primer, serta pentingnya penyelarasan research
question agar sesuai dengan standar publikasi dan studi tingkat lanjut di
universitas bertaraf dunia.
Sebagai
langkah taktis dan formulasi solusi akademik, program ini merumuskan sejumlah
rekomendasi serta pendampingan intensif bagi para peserta. Rekomendasi tersebut
mencakup restrukturisasi draft proposal riset berbasis pendekatan kritis,
pengembangan keterampilan penulisan akademik (academic writing)
berstandar internasional, hingga penetapan jalur komunikasi akademik yang
berkelanjutan antara FADIB UIN Sunan Kalijaga dengan Leiden University guna
membuka peluang kolaborasi riset dan kualifikasi beasiswa doktor di masa
depan.
Penyelenggaraan
kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta dalam memperluas jangkauan internasionalisasi dan
meningkatkan mutu tradisi ilmiah secara berkelanjutan. Melalui pelaksanaan
Pre-PhD Track Program ini, diharapkan institusi dapat terus mencetak akademisi
yang adaptif terhadap perkembangan isu-isu humaniora global, memiliki kedalaman
analitis, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu
pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional. Langkah ini juga
diharapkan semakin memperkokoh posisi FADIB UIN Sunan Kalijaga sebagai pusat
keunggulan (center of excellence) dalam kajian adab dan ilmu budaya yang
bereputasi dunia.
|
Figure
3 Foto Bersama Kegiatan Pre-PHD |
Melalui
visiting lecture ini, mahasiswa dan akademisi diajak untuk tidak berhenti pada
kritik terhadap teori yang telah ada, tetapi juga mengembangkan pendekatan dan
konsep alternatif yang berpijak pada sumber serta konteks lokal. Dekolonisasi
kajian Jawa dipahami sebagai proses meninjau kembali kerangka berpikir yang
digunakan dalam penelitian sekaligus membuka ruang bagi produksi pengetahuan
yang lebih kritis dan kontekstual.
Kegiatan ini
menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai sejarah, kebudayaan, dan produksi
pengetahuan, sekaligus mendorong peserta untuk lebih kritis dalam membaca
sumber serta menilai konsep yang digunakan dalam kajian sejarah dan kebudayaan
Islam.