Bali, 2–3 Oktober 2026 — Asosiasi
Dosen Ilmu Perpustakaan (ASDIP) PTKI menyelenggarakan International
Conference 7th Science and Technology Metrics (STMeT) dan 8th Real Time
Intelligent System (RTIS) pada 2–3 Oktober 2026 di Bali, Indonesia.
Kegiatan internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, serta
pemerhati bidang teknologi informasi dan perpustakaan dari berbagai negara
untuk membahas perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan
penerapannya dalam ekosistem informasi.
Konferensi 7th STMeT
mengangkat tema “Advancing Science and Technology Metrics Through AI-Driven
Information Ecosystems”. Tema tersebut menyoroti perkembangan metrik sains
dan teknologi yang semakin dipengaruhi oleh pemanfaatan AI dalam pengelolaan,
analisis, dan pemanfaatan informasi. Integrasi AI dalam ekosistem informasi
dinilai membuka peluang untuk menghasilkan analisis yang lebih cepat, akurat,
dan komprehensif dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sementara itu, 8th RTIS
mengangkat tema “AI and Digital Libraries in the Era of Real-Time
Intelligent Information Systems”. Pembahasan dalam konferensi ini berfokus
pada perkembangan perpustakaan digital di tengah hadirnya sistem informasi
cerdas yang mampu bekerja secara real-time. Pemanfaatan AI menjadi salah satu
aspek penting dalam pengembangan layanan perpustakaan digital, khususnya dalam
meningkatkan akses informasi, personalisasi layanan, pengelolaan koleksi, serta
pengalaman pengguna.
Konferensi internasional ini
menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi dari berbagai institusi dalam dan
luar negeri. Kegiatan diawali dengan welcoming speech yang disampaikan
oleh Prof. Dr. Nurdin, S.Ag., SS., M.A. dan Dr. Pit Pichappan
dari Digital Information Research Labs. Sementara itu, sesi keynote
speaker menghadirkan Prof. Dr. Noorhidawati binti Abdullah dari
bidang Library and Information Science, Universiti Malaya, Malaysia,
serta Prof. Dr. Abrizah binti Abdullah, Honorary Professor, Library
& Information Science, University of Malaya. Selain itu, konferensi
juga menghadirkan sejumlah invited speaker, yaitu Dr. P.K. Jain, Librarian
at Institute of Economic Growth, University of Delhi Enclave; Dr. Fuad
Gani dari Universitas Indonesia; Prof. Ts. Dr. Norhayati Hussin, Dean
Faculty of Information Science, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia;
Dr. R. Gopalakrishnan dari K.S. Rangasamy College of Technology, India;
serta Dr. Labibah, MLIS dari UIN Sunan Kalijaga. Kehadiran para
pembicara dari berbagai latar belakang akademik dan institusi tersebut
memperkaya perspektif dalam diskusi mengenai perkembangan AI, sistem informasi
cerdas, metrik sains dan teknologi, serta transformasi perpustakaan digital di
era digital.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta
dan akademisi dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, India,
dan Vietnam. Antusiasme terhadap konferensi ini juga tercermin dari 106 paper
yang dipresentasikan oleh para akademisi dan peneliti dari berbagai negara,
yang mengangkat beragam kajian terkait perkembangan AI, teknologi informasi,
sistem informasi cerdas, serta perpustakaan digital. Keikutsertaan berbagai
negara tersebut menunjukkan adanya perhatian dan kepentingan bersama terhadap
perkembangan teknologi informasi, AI, metrik sains dan teknologi, serta
transformasi perpustakaan digital di tingkat global.
Penyelenggaraan kedua konferensi ini
juga menjadi ruang bagi para peserta untuk bertukar pengetahuan, pengalaman,
serta gagasan mengenai pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengembangan
ekosistem informasi yang semakin dinamis. Kolaborasi lintas negara yang
terbangun melalui forum internasional ini diharapkan dapat memperluas jejaring
akademik dan profesional sekaligus mendorong lahirnya inovasi di bidang
teknologi informasi dan perpustakaan.
Melalui 7th STMeT dan 8th RTIS,
ASDIP PTKI menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan pengetahuan dan
inovasi teknologi, khususnya dalam menghadapi era informasi yang semakin
terintegrasi dengan kecerdasan buatan. Forum ini diharapkan dapat menjadi salah
satu wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional dan
mempersiapkan pengembangan layanan informasi dan perpustakaan yang adaptif
terhadap perkembangan teknologi di masa mendatang.