3 DOSEN FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA PRESENTASI PADA SIMPOSIUM INTERNASIONAL DI KIRIKKALE UNIVERSITESI TURKI
.png)
Memenuhi undangan Kirikkale University Turki, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FADIB) UIN Sunan Kalijaga mengirim 3 dosennya, Dr Witriani, Prof Moh Pribadi dan Dr Jarot Wahyudi untuk mempresentasikan paper mereka dalam International Symposium on The Practice of Coexistence in Islamic Culture di Kirikkale Universitesi, Turki, 5-7 Oktober 2023. Moh Pribadi mempresentasikan 2 paper dalam Bahasa Arab, “Al-Ma’na al-ijtima’i lin nusus al-adabiyah al-Indunisiyyah wal ‘arabiyyah…” dan “Discussion of Ibn Khaldun School of Sociology”, sementara itu Dr Witriani mempresentasikan paper berjudul “Women in the Circle of Evil, a study of horror movies in Indonesia”, dan Dr Jarot Wahyudi menyampaikan paper dengan tema “Coexistence in the Qur’an”. Simposium yang dihadiri oleh lebih 100 akademisi dari 14 negara dan perguruan tinggi ini merupakan realisasi kerjasama antara Kirikkale Universitesi, University of Azerbaijan dan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FADIB) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Simposium pertama sudah dilaksanakan di Azerbaijan tahun 2022, kedua di Turki 2023, dan Insha Allah di UIN Sunan Kalijaga tahun 2024.
Simposium ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa masa depan umat manusia akan menjadi semakin baik apabila didasarkan pada azas-azas perdamaian, khususnya di kalangan umat Islam. Sepanjang sejarah peradaban Islam, selalu terdapat perbedaan di antara umat Islam yang disebabkan oleh perbedaan pengalaman hidup, tradisi dan budaya yang terkadang memunculkan perpecahan dan konflik berkepanjangan yang menjadi memori kolektif bersama umat beragama. Atas dasar pemikiran tersebut di atas, praktik koeksistensi perlu dipertimbangkan dan dievaluasi dalam berbagai aspek sesuai dengan kondisi saat ini. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran-peran apa yang bisa dilakukan sekarang serta kemungkinan peran yang dapat diambil di masa yang akan datang. Dalam hal ini praktik koeksistensi memiliki tempat yang penting dalam tradisi kebijakan antar bangsa dan agama Islam khususnya.
100 paper dari para akademisi telah berhasil dipresentasikan dalam forum simposium ini. Mereka menyumbangkan pemikiran dan gagasan dari perspektif mereka masing-masing yang pada intinya mengarah pada titik temu bahwa masa depan umat manusia akan menjadi lebih jika didasarkan pada kesadaran hidup bersama saling membantu untuk menciptakan perdamaian. Semua agama mengajarkan para pemeluknya untuk bekerja sama membangun perdaban dunia yang mensejahterakan umat manusia, saling menghormati, dewasa dalam menghadapi perbedaan, toleran dan saling mengakui keberadaan masing-masing, coexistence.Sebagai tindaklanjut dari simposium pertama dan kedua ini, peserta menyepakati untuk melaksanakan simposium ketiga di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 2024. Di atas itu semua, simposium ini dapat dijadikan sebagai media silaturahmi akademik para akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga agar gagasan-gagasan mereka dapat mewujud dalam aksi nyata, yaitu berkontribusi dalam membangun masa depan perdaban umat yang lebih mensejahterakan.