WORKSHOP PENGUATAN PUSAT-PUSAT STUDI FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA





WORKSHOP PENGUATAN PUSAT-PUSAT STUDI
FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA
Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FADIB) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan acara workshop untuk penguatan pusat-pusat studi yang berada di bawah naungan FADIB. Acara ini berlangsung selama 2 hari, yakni pada tanggal 22-23 Februari 2021. Dalam acara ini, panitia mengundang empat narasumber, yaitu Dr. Agus Joko Pitoyo, MA (ketua Pusat Studi Kebijakan dan Kependudukan (PSKK) UGM), Dr. Ir. Revianto Budi Santosa, M.Arch (ketua Dewan Kebudayaan DIY), Dr. Muhammad Najib Azca, MA (kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM), dan Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag (direktur PD Pontren Kementerian Agama RI). Acara ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya.
Acara dibuka oleh Dr. Witriani selaku ketua panitia, dilanjutkan sambutan dari Dekan FADIB, Dr. Muhammad Wildan, MA. Dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas diselenggarakannya acara workshop ini. Menurutnya, FADIB setidaknya sudah memiliki empat modal utama yang sangat cukup untuk mengembangkan pusat-pusat studi, yaitu resources and experiences dari para civitas akademika yang teruji dan mumpuni; networking atau jejaring kerjasama yang luas meliputi kerjasama dengan berbagai institusi dan kementerian; timing, dimana saat ini potensi pengembangan pusat studi masih sangat bagus; dan terakhir opportunity atau kesempatan, bahwa FADIB mempunyai kapasitas dalam mengembangkan ilmu-ilmu keislaman dari berbagai sisi. “Dengan ini, kami harapkan pusat-pusat studi bisa berkembang, sehingga dengan berkembangnya pusat-pusat studi dapat mewadahi berbagai ide dan kerjasama dan dapat lebih terinstitusikan”, papar Dr. Muhammad Wildan, MA.
Pada sesi pertama, Dr. Agus Joko Pitoyo, MA menyampaikan materi tentang manajemen dan pengembangan pusat studi. Beliau menyampaikan tentang langkah-langkah awal yang perlu ditempuh oleh pusat studi untuk tumbuh dan berkembang. Beliau juga menyampaikan tips-tips untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. “Yang penting, semua orang yang terlibat dalam pusat studi harus berkomitmen untuk mengembangan ilmu dan jejaring, bukan untuk mencari penghasilan dan keuntungan”, tegas beliau.
Kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua, yaitu pemaparan dari Dr. Ir. Revianto Budi Santosa, M.Arch dengan materi diseminasi kebudayaan. Beliau mengatakan bahwa DIY memiliki keistimewaan dengan diterbitkannya Undang-Undang Keistimewaan DIY. Jadi penggarapan dari sektor budaya sangat gencar dilakukan, termasuk penelitian-penelitian terkait kebudayaan, dan meminta sumbangsih pemikiran dari para akademisi. “Kita bisa bersinergi dalam hal apapun, terutama dalam bidang kebudayaan yang ada di Yogyakarta,” ujarnya di akhir presentasi.
Di hari ke-2, pemateri pertama adalah Dr. Muhammad Najib Azca, MA, yang menyampaikan materi tentang strategi dan networking pengembangan pusat studi. Beliau menggarisbawahi bahwa dalam mengembangkan pusat studi, kolaborasi adalah sesuatu yang sangat penting. Beliau mengatakan, “Kolaborasi itu sangat penting, sehingga pusat studi perlu menggandeng sosok figur penting untuk mendapatkan proyek-proyek dan berkolaborasi dengan pihak luar”.
Kemudian pada sesi kedua, Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag menyampaikan materi tentang potensi kerjasama pusat studi. Beliau mengatakan bahwa di Kementerian Agama khususnya bidang pondok pesantren, sangat membutuhkan sumbangsih pemikiran dari para akademisi. Adapun yang dirasakan sesuai dengan bidang FADIB adalah sektor pengelolaan perpustakaan pesantren dan penguatan kompetensi bebahasa asing bagi para ustadz pondok pesantren.
Acara ini medapatkan antusiasme yang luar biasa dari para peserta. Peserta begitu aktif mengikuti pemaparan materi demi materi oleh para narasumber. Diskusi antara narasumber dan peserta pun berlangsung meriah dan mengasyikkan, sehingga materi-materi yang disampaikan bisa ditangkap oleh peserta secara utuh dan komprehensif. Sebelum acara workshop ini ditutup, panitia dan peserta bersama-sama merumuskan hasil diskusi dan merancang rencana tindak lanjut.
Perlu diketahui bahwa di FADIB menaungi 3 pusat studi, yaitu Pusat Studi Pengembangan Perpustakaan yang diketua oleh Dr. Tafrikhuddin, Pusat Kajian Sejarah dan Kebudayaan Islam yang diketua oleh Dr. Maharsi, dan Center for The Studies of Islamic Civilization yang diketuai oleh Drs. Jarot Wahyudi, MA. “Kami harapkan pusat-pusat studi ini menjadi tempat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, yang mana dengannya bisa lebih memperkuat prodi, fakultas maupun universitas”, papar dekan FADIB, Dr. Muhammad Wildan, MA.