Rabu, 04 Februari 2009
ADAB AWARD
ADAB AWARD ; Penghormatan dan Penghargaan untuk Seniman
06/01/2009 08:03:43 SOSOK ‘Dekan’ yang satu ini terbilang orang yang tak betah berdiam diri. Berpikir kreatif, berinovasi dan melakukan terobosan baru dalam sebuah fakultas merupakan suatu keharusan seorang pimpinan pada masa kini.
“Tujuan perlu kreativitas, berinovasi dan melakukan terobosan baru tidak lain untuk meningkatkan mutu Fakultas Adab, meningkatkan kreativitas mahasiswa dan pengembangan sumber daya manusia di kalangan sivitas akademika, khususnya Fakultas Adab,” kata Dr H Syihabuddin Qalyubi Lc MAg, Dekan Fak Adab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, belum lama ini.
Syihabuddin baru menjabat sebagai dekan pada tahun 2007. Namun ia banyak menyimpan obsesi dan idealisme untuk mengangkat ‘harkat dan derajat’ fakultas yang dipimpinnya. Syihab sebenarnya tak ingin lagi mendengar kesan seolah-olah ‘Fakultas Adab’ adalah fakultas yang mengurusi soal ‘sopan santun’ atau ‘tata krama’. Padahal fakultas ini sebenarnya memiliki mata kuliah yang mengajak para mahasiswa berpikir jauh ke depan, kreatif dan berkarya nyata. Karenanya Syihab telah melayangkan surat usulan ke rektorat pengubahan nama fakultas menjadi Fakultas Adab dan Ilmu Kebudayaan.
Tak heran, selain kegiatan-kegiatan rutin perkuliahan, Syihab menggelar sejumlah kegiatan yang bisa memancing gairah para mahasiswa dan dosen serta menarik minat pihak luar. Misalnya melakukan bedah novel best seller ‘Ayat Ayat Cinta’ karya Habiburrahman dan novel Balada Cinta Mejenun karya Aguk Irawan. Kemudian menghadirkan kritikus sastra dan pemikir dari Syiria, Adonis. Pada pertengahan Januari 2009 ini juga akan diadakan Festival Sastra dan Adab Awards yang bekerja sama dengan Dewan Kebudayaan Kota Yogya. “Fakultas Adab ingin memberikan apresiasi yang tinggi kepada seniman, karena kita akan memberikan Adab Award sebagai upaya memberikan penghormatan dan penghargaan kepada seniman,” kata Syihab.
Usai memberikan Adab Award, menurut Syihab, sebenarnya pihaknya ingin membantu para dosen dan mahasiswa yang memiliki potensi seninya seperti seni kaligrafi untuk dikembangkan dan dipasarkan hasil-hasil karyanya. Karenanya ia sudah menghubungi Syeh Puji, selaku pengusaha kaligrafi yang omzetnya miliaran rupiah, agar bisa bekerja sama dengan Fak Adab Selain itu Fak Adab juga sudah memiliki studio musik sendiri yang bisa dimanfaatkan para mahasiswa dalam mengembangkan bakat seninya.
“Kami memiliki visi market building yaitu mendekatkan kegiatan-kegiatan akademik dengan market. Selain itu membuat panggung bagi sivitas akademika untuk memasarkan kreativitasnya.”
Pria kelahiran Tasikmalaya, 21 September 1952, anak pasangan H Ahmad Qalyubi (alm) dan Hj E Anisah (alm.). Mertuanya KHA Wahab Muhsin (alm) dan Hj Siti Shofiah (alm). Ia menikahi Hj Ai Titim Chotimah SAg dan kini dikaruniai tiga anak bernama Nabila Syihab, Nadia Syihab, dan Nizhal Syihab. (Cdr)-m
sumber: SQ (Fakultas Adab)